Lewati ke konten
Semua artikel

Menyimpan Stok Lebih dari yang Dibutuhkan, Bukan Berarti Boros

Ada alasan strategis di baliknya. Namanya safety stock, dan ini yang melindungi usaha kamu dari kehabisan barang di saat yang tidak terduga.

Safety Stock Adalah Stok Cadangan yang Sengaja Disimpan

Bukan untuk dijual dalam kondisi normal, tapi sebagai penyangga kalau permintaan tiba tiba naik, atau pemasok terlambat kirim barang.

Ada Dua Ketidakpastian yang Coba Diantisipasi

Pertama, permintaan pelanggan yang naik turun dan sulit ditebak. Kedua, waktu pengiriman dari pemasok yang kadang meleset dari jadwal.

Cara Sederhananya, Lihat Selisih antara Kondisi Terburuk dan Kondisi Rata Rata

Bandingkan penjualan harian tertinggi dikali waktu pengiriman terlama, dengan penjualan rata rata dikali waktu pengiriman rata rata. Selisihnya itu perkiraan safety stock yang kamu butuhkan.

Semakin Tidak Pasti Suatu Produk, Semakin Besar Cadangan yang Dibutuhkan

Produk yang penjualannya stabil sepanjang tahun butuh cadangan lebih sedikit, dibanding produk musiman yang permintaannya melonjak tiba tiba.

Tapi Jangan Sampai Berlebihan

Terlalu banyak cadangan berarti uang kamu tertahan di gudang. Sesuaikan jumlahnya dengan seberapa penting produk itu, dan seberapa besar risiko kehabisannya.

Cek Produk Mana di Usaha Kamu yang Paling Butuh Safety Stock

Follow @mykasir_id untuk insight seputar bisnis.

Sumber: NetSuite; Fishbowl Inventory