72% usaha yang mencatat stok manual mengalami ketidaksesuaian data
usaha yang mencatat stok manual mengalami ketidaksesuaian data. Bukan soal kurang teliti, ini soal sistem yang memang rawan meleset.
Begini Biasanya Cara Kerja Pencatatan Stok Manual
Barang masuk dan keluar dicatat satu per satu di buku atau spreadsheet, sering di akhir hari atau bahkan beberapa hari sekali.
Studi oleh Pramono dkk. (2020) Menemukan Ketidaksesuaian di 72% Kasus
Selisih antara stok fisik dan catatan bisa terjadi karena human error, lupa mencatat, atau salah hitung.
Dampaknya, Overstock, Stockout, sampai Kehilangan Penjualan
Stok yang salah catat bisa membuat kamu kehabisan barang laris atau menumpuk barang yang tidak laku.
OCBC NISP (2023) Mencatat 80% Pemilik Usaha di Indonesia Masih Mencatat Manual
Artinya, masalah ini masih sangat umum terjadi di lapangan.
Solusinya, Pencatatan Stok yang Otomatis Terhubung ke Transaksi
Setiap transaksi otomatis mengurangi stok tanpa perlu dicatat ulang manual.
Sumber: Pramono dkk. (2020); OCBC NISP (2023)
