LEGO Bangkit Setelah Kembali Fokus pada Produk Inti
Ekspansi yang terlalu luas membuat LEGO kesulitan; pemulihannya dimulai dari memahami kembali nilai balok mainannya.
Terlalu Banyak Arah Baru
Pada awal 2000-an, LEGO berekspansi ke taman hiburan, pakaian, gim, dan berbagai produk lain. Kerumitan operasi ikut meningkat.
Pilihan Komponen Membengkak
Semakin banyak jenis bagian dan tema berarti desain, produksi, serta stok semakin sulit dikelola. Pertumbuhan ide belum tentu menghasilkan bisnis yang sehat.
Krisis Memaksa Evaluasi
Perusahaan mengalami kerugian besar pada 2003. Saat Jørgen Vig Knudstorp menjadi CEO pada 2004, LEGO menilai ulang mana kegiatan yang benar-benar memberi nilai.
Kembali ke Balok yang Saling Terhubung
LEGO mengurangi kompleksitas, menghentikan lini yang tidak menguntungkan, dan kembali menempatkan sistem balok sebagai pusat bisnis.
Inovasi Tetap Ada, dengan Arah Jelas
Kembali ke inti bukan berarti berhenti mencoba hal baru. Produk dan cerita baru dikembangkan di sekitar kekuatan utama merek.
Tentukan Inti Usahamu
Produk atau layanan mana yang paling penting bagi pelanggan dan paling sehat untuk bisnismu? Follow @mykasir_id untuk insight seputar bisnis.
