Lewati ke konten
Semua artikel

Satu Angka Ini Bisa Menunjukkan Apakah Stok Kamu Kebanyakan atau Kekurangan

Namanya inventory turnover, atau rasio perputaran stok. Cukup sederhana untuk dihitung, tapi sering diabaikan pemilik usaha.

Cara Hitungnya, Bagi Harga Pokok Penjualan dengan Rata Rata Nilai Stok

Hasilnya menunjukkan berapa kali stok kamu terjual habis dan diisi ulang dalam satu periode, biasanya dihitung per tahun.

Misalnya, Harga Pokok Penjualan Rp470 Juta dan Rata Rata Stok Rp160 Juta

Rasio perputarannya jadi 3. Artinya, seluruh stok kamu terjual habis dan diisi ulang sekitar 3 kali dalam setahun, atau kira kira setiap 122 hari sekali.

Bukan Berarti Semakin Tinggi Selalu Semakin Baik

Rasio yang terlalu rendah biasanya tanda kelebihan stok atau penjualan lambat. Tapi rasio yang terlalu tinggi juga bisa berarti stok kamu terlalu tipis, dan sering kehabisan barang.

Sebagai Patokan Kasar, Sebagian Besar Industri Menganggap Rasio 5 Sampai 10 Cukup Sehat

Tapi angka ini bisa sangat berbeda tergantung jenis usaha, jadi lebih baik dibandingkan dengan riwayat usaha kamu sendiri dari waktu ke waktu.

Hitung Rasio Ini Secara Rutin, Bukan Cuma Sekali

Bandingkan angkanya dari bulan ke bulan atau tahun ke tahun, supaya kamu bisa melihat tren stok kamu, bukan cuma potret sesaat.

Coba Hitung Rasio Perputaran Stok Usaha Kamu Sendiri

Follow @mykasir_id untuk insight seputar bisnis.

Sumber: Corporate Finance Institute; Allianz Trade