Perusahaan yang Dikelola Baik Tetap Bisa Tertinggal
Teori disruptive innovation menjelaskan risiko mengabaikan segmen yang awalnya tampak kurang menarik.
Inovasi Bisa Bermula dari Pinggiran
Christensen menjelaskan bagaimana produk yang awalnya lebih sederhana dan murah dapat masuk lewat pasar yang kurang dilayani pemain besar.
Pemain Lama Mengikuti Pelanggan Terbaiknya
Perusahaan mapan sering meningkatkan produk untuk pelanggan paling menguntungkan. Keputusan itu masuk akal, tetapi bisa membuat segmen bawah terabaikan.
Pendatang Baru Belajar dan Membaik
Ketika solusi sederhana semakin bagus, ia dapat memenuhi kebutuhan lebih banyak pelanggan dan mulai menantang pemain lama.
Contoh dari Industri Printer
Christensen menggunakan perkembangan printer inkjet dan laser untuk menunjukkan perbedaan kebutuhan pelanggan serta jalur inovasi.
Tidak Semua Teknologi Baru Itu Disruptif
Istilah ini memiliki arti khusus: perhatikan titik masuk pasar, pelanggan awal, serta cara solusi baru berkembang. Kebaruan saja belum cukup.
Perhatikan Segmen yang Diabaikan
Adakah kelompok pelanggan yang selama ini kamu anggap terlalu kecil atau kurang menarik? Follow @mykasir_id untuk insight seputar bisnis.
